Langsung ke konten utama

Coco Memiliki Gaya Vintage Berpadu Dengan High Brand


Usia muda bukanlah hambatan untuk menjadi terkenal. Coco, gadis kecil asal jepang ini merupakan salah satu selebgram dengan usia termuda yakni 6 tahun. Dengan memamerkan gaya fashion unik dan menawan, tak heran jumlah followers Instagram dirinya berhasil mencapai lebih dari dua belas ribu pengikut.

Seperti yang dilansir Vogue.com, minat Coco pada dunia fashion tak lain dari pengaruh kedua orangtuanya yang merupakan pengusaha di industri fashion. Tak heran, Coco begitu piawai dalam padu pada outfit yang digunakannya. Jika dilihat, coco memiliki gaya vintage berpadu dengan high brand.

Kerap kali Coco mengenakan brand-brand fashion favoritnya seperti Comme des Garcons, Nike, Chanel hingga brand-brand fashion lainnya.

Vans, trouser, serta Chanel bag. Paduan unik mengkombinasikan high brand dengan brand street style menjadi satu kesatuan tampilan yang ekstra stylish!

Musim dingin bukan berarti gaya menjadi terbatas. Aksi puff jacket nuansa metalik sukses membuat Coco tampil memukau. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semalt Shares A Secret On How To Become Successful in the Bid Data World

In the world of business, business analysis has often been considered to be in the realm of left-brained analysts, while the qualitative jobs, such as advertising and marketing, the realm of right-brained creative kinds. These two activities, though both essential to the success of the business, hardly speak the same language.
Igor Gamanenko, the Customer Success Manager of SemaltDigital Services, states that the tide of big data has altered the status quo. The creators of this big data are by all definitions the up and coming generation. They live out their lives on social media, having practically all their everyday activities recorded in text messages, digital photos and their playlists as well as their preferences captured by internet cookies.

They converse in text-speak, emoji and memes, all transmitted digitally and transformed to data, which is essentially encoded in bits and bytes. This form of digital marketing data, spawned by digital and social media has brought these two act…

Harbolnas 2017 Bertabur Promo di JD.ID

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) merupakan hari penting bagi penggila belanja online. Saat itu banyak barang yang mendapatkan diskon dan promo besar-besaran. Harbolnasini dilakukan oleh sejumlah online store seperti JD.ID. Mari kita intip ada promo apa saja yang akan diberikan oleh salah satu situs belanja online terbesar di Indonesia tersebut. Untuk kepastian barang yang mendapatkan promo Harbolnas bisa kamu dapatkan mendekati tanggal 1212. Tapi setidaknya jika kita melihat dari promo 1111 yang dilakukan oleh JD pada waktu sebelumnya, maka banyak banget barang yang mendapatkan diskon. Waktu itu banyak produk fashion, HP, kamera, tablet, laptop, mouse, pampers, dan banyak lagi yang mendapatkan promo harga termurah. Waktu itu banyak smartphone Samsung yang mendapatkan harga sangat menggiurkan murahnya. Bahkan dalam salah satu flashsale yang dilakukan waktu itu ada HP Samsung tipe terbaru yang harganya sekitar 8 jutaan tapi dijual Rp 11 ribu saja. Sontak banyak orang yang berebu…

Ketahui Biaya Kredit Rumah Sebelum Mengajukan KPR

Bukan hanya uang muka (DP), ketika ingin beli rumah dijual di daerah Semarang baru atau bekas, khususnya kredit, ada beberapa biaya yang mesti kita ketahui. Mulai dari biaya notaris, provisi kredit, BPHTB, sampai pajak. Jika pembelian KPR (Kredit Pemilikan rumah), maka proses akan diatur oleh pihak bank. Saat akan membeli rumah, baik baru atau bekas, seringkali seseorang hanya menyiapkan sejumlah dana untuk membayar uang muka saja. Padahal, selain uang muka, masih ada sederet biaya lain yang menjadi tanggung jawab pembeli.
Sebelum mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sebaiknya siapkan biaya ekstra di luar uang muka agar kelak lebih siap. Biaya-biaya yang biasanya muncul mulai dari booking fee, biaya notaris, biaya provisi, BPHTB, pajak, hingga asuransi. Untungnya, untuk urusan uang muka rumah saat ini lebih ringan. Berbeda dengan dahulu yang bisa mencapai kisaran 20% – 30%. Tak hanya itu, kebijakan lain seperti naiknya batas rumah yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta …