Langsung ke konten utama

Hobi Sad Indah Ambarwati Menjadi Desainer Terwujud


Beberapa posisi penting di beberapa perusahaan dan organisasi sudah diemban Sad Indah Ambarwati. Namun, dia masih meluangkan waktu untuk mendesain busana, hobi yang dulu dipendamnya. Kini dia menjadi desainer yang berkiprah di dunia internasional.

KECINTAAN Indah pada dunia fashion tumbuh sejak lama. Indah kecil telah memiliki bibit sebagai desainer. Dia jago di bidang menggambar. Bahkan, saat dia masih sekolah, mata pelajaran menggambar selalu mendapatkan nilai bagus. ”Saya dulu dilarang membuat gambar secara njiplak. Sebab, guru tahu gambar saya bagus.

Seiring berjalannya waktu, hobi tersebut pun dipendamnya. Dia berfokus kuliah, kemudian bekerja. Namun, di sela-sela waktu luangnya, perempuan yang kini berusia 51 tahun itu tetap coret-coret. ”Tetap gambar, tapi disimpan saja. Saat itu belum ada waktu untuk merealisasikan,” lanjut komisaris utama PT Citra Gading Asritama tersebut.

Baru pada 2004, Indah serius menekuni dunia fashion. Dia pun mengikuti kursus desain pemula. Dengan begitu, dia paham cara membuat pakaian. Tidak asal menggambar dan menjahit saja, dia juga memilih fokus menekuni busana muslim. ”Saya juga berusaha memiliki tema tiap membuat karya,” paparnya.

Menemukan tema di setiap karya memerlukan waktu. Sebab, ide tidak selalu datang secara tiba-tiba. Ibu tiga anak tersebut sering menemukan tema rancangan pakaiannya saat sendiri atau tengah jalan-jalan. Di kala ada ide itulah, alumnus S1 Teknik Kimia UPN Jogjakarta tersebut langsung menuangkannya pada gambar.

Misalnya, karya dengan tema On D’line miliknya. Perempuan yang menempuh pendidikan Magister Manajemen di Universitas Airlangga itu membuatnya karena terinspirasi keindahan teluk dan tanjung.

Tema tersebut diwujudkan dalam busana dengan bahan tenun lurik dan torso serta kain katun. Dengan desain yang unik, karya tersebut menonjolkan kesan grafis natural dengan warna dasar alam yang menekankan kesederhanaan. ”Kain Nusantara menjadi andalan saya. Bisa tenun atau batik,” terangnya. Alasannya, dia ingin melestarikan kekayaan Indonesia.

Keseriusan Indah di bidang fashion diwujudkan dalam berbagai kegiatan di dalam maupun di luar negeri. Karyanya kerap dipamerkan di hadapan para pencinta busana dalam beragam event. Mulai Surabaya, Jogjakarta, Jakarta, Bali, hingga Malaysia dan Turki.

Waktu di Malaysia, saya menampilkan tema Art D’Blaze,” lanjut Indah yang juga menjadi direktur utama di dua perusahaan sambil menunjukkan rancangan yang dimaksud. Saat di Turki, Indah mengusung tema BeExcelency. Dalam event tersebut, ketua Hijabers Mom Community Sidoarjo itu selalu membuat rancangan dengan ciri khasnya. Yakni, menggunakan kain Nusantara.

Meski begitu, anggota Indonesian Fashion Chamber (IFC) tersebut pernah mendesain baju bertema Rock n Roll. Bagi Indah, perempuan berhijab tetap bisa tampil modis. Termasuk menggunakan pakaian ala rocker 70-an. Misalnya, penyanyi Elvis Presley dengan detail stud dan pernak-pernik bernuansa metal.

Owner salah satu butik di Kota Delta itu sangat bahagia dan puas ketika rancangannya mendapatkan sambutan luar biasa saat show. Hal itulah yang membuatnya terus bersemangat berkarya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semalt Shares A Secret On How To Become Successful in the Bid Data World

In the world of business, business analysis has often been considered to be in the realm of left-brained analysts, while the qualitative jobs, such as advertising and marketing, the realm of right-brained creative kinds. These two activities, though both essential to the success of the business, hardly speak the same language.
Igor Gamanenko, the Customer Success Manager of SemaltDigital Services, states that the tide of big data has altered the status quo. The creators of this big data are by all definitions the up and coming generation. They live out their lives on social media, having practically all their everyday activities recorded in text messages, digital photos and their playlists as well as their preferences captured by internet cookies.

They converse in text-speak, emoji and memes, all transmitted digitally and transformed to data, which is essentially encoded in bits and bytes. This form of digital marketing data, spawned by digital and social media has brought these two act…

Harbolnas 2017 Bertabur Promo di JD.ID

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) merupakan hari penting bagi penggila belanja online. Saat itu banyak barang yang mendapatkan diskon dan promo besar-besaran. Harbolnasini dilakukan oleh sejumlah online store seperti JD.ID. Mari kita intip ada promo apa saja yang akan diberikan oleh salah satu situs belanja online terbesar di Indonesia tersebut. Untuk kepastian barang yang mendapatkan promo Harbolnas bisa kamu dapatkan mendekati tanggal 1212. Tapi setidaknya jika kita melihat dari promo 1111 yang dilakukan oleh JD pada waktu sebelumnya, maka banyak banget barang yang mendapatkan diskon. Waktu itu banyak produk fashion, HP, kamera, tablet, laptop, mouse, pampers, dan banyak lagi yang mendapatkan promo harga termurah. Waktu itu banyak smartphone Samsung yang mendapatkan harga sangat menggiurkan murahnya. Bahkan dalam salah satu flashsale yang dilakukan waktu itu ada HP Samsung tipe terbaru yang harganya sekitar 8 jutaan tapi dijual Rp 11 ribu saja. Sontak banyak orang yang berebu…

Ketahui Biaya Kredit Rumah Sebelum Mengajukan KPR

Bukan hanya uang muka (DP), ketika ingin beli rumah dijual di daerah Semarang baru atau bekas, khususnya kredit, ada beberapa biaya yang mesti kita ketahui. Mulai dari biaya notaris, provisi kredit, BPHTB, sampai pajak. Jika pembelian KPR (Kredit Pemilikan rumah), maka proses akan diatur oleh pihak bank. Saat akan membeli rumah, baik baru atau bekas, seringkali seseorang hanya menyiapkan sejumlah dana untuk membayar uang muka saja. Padahal, selain uang muka, masih ada sederet biaya lain yang menjadi tanggung jawab pembeli.
Sebelum mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sebaiknya siapkan biaya ekstra di luar uang muka agar kelak lebih siap. Biaya-biaya yang biasanya muncul mulai dari booking fee, biaya notaris, biaya provisi, BPHTB, pajak, hingga asuransi. Untungnya, untuk urusan uang muka rumah saat ini lebih ringan. Berbeda dengan dahulu yang bisa mencapai kisaran 20% – 30%. Tak hanya itu, kebijakan lain seperti naiknya batas rumah yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta …