Langsung ke konten utama

Menggelar Bandung Fashion Paradise di Graha Manggala Siliwangi


Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, menggelar Bandung Fashion Paradise di Graha Manggala Siliwangi, Bandung.

Ketua Penyelenggara Bandung Fashion Paradise, Renisa Yulieko mengatakan, konsep paradise diambil karena Bandung terkenal dengan fashion dan kuliner.

Jadi ingin memperkenalkan kalau Bandung itu surganya fashion dan kuliner, kalau misalnya mau mencari aksesoris, sepatu bisa datang kesini," ujar Renisa di Graha Manggala Siliwangi, Bandung.

Fashion yang dihadirkan di acara ini kebanyakan merujuk kepada anak muda, mulai dari sepatu, aksesoris, pakaian, jam tangan, hijab, dan swimwear.

Pengunjung bisa mendapatkan barang apapun dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan harga yang cukup murah mulai dari Rp 50.000 - Rp 300.000.

Pengunjung yang datang tidak dikenakan biaya alias gratis, selain mendapat sajian barang yang menarik, Anda juga bisa menikmati penampilan musik yang tidak kalah keren.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semalt Shares A Secret On How To Become Successful in the Bid Data World

In the world of business, business analysis has often been considered to be in the realm of left-brained analysts, while the qualitative jobs, such as advertising and marketing, the realm of right-brained creative kinds. These two activities, though both essential to the success of the business, hardly speak the same language.
Igor Gamanenko, the Customer Success Manager of SemaltDigital Services, states that the tide of big data has altered the status quo. The creators of this big data are by all definitions the up and coming generation. They live out their lives on social media, having practically all their everyday activities recorded in text messages, digital photos and their playlists as well as their preferences captured by internet cookies.

They converse in text-speak, emoji and memes, all transmitted digitally and transformed to data, which is essentially encoded in bits and bytes. This form of digital marketing data, spawned by digital and social media has brought these two act…

Harbolnas 2017 Bertabur Promo di JD.ID

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) merupakan hari penting bagi penggila belanja online. Saat itu banyak barang yang mendapatkan diskon dan promo besar-besaran. Harbolnasini dilakukan oleh sejumlah online store seperti JD.ID. Mari kita intip ada promo apa saja yang akan diberikan oleh salah satu situs belanja online terbesar di Indonesia tersebut. Untuk kepastian barang yang mendapatkan promo Harbolnas bisa kamu dapatkan mendekati tanggal 1212. Tapi setidaknya jika kita melihat dari promo 1111 yang dilakukan oleh JD pada waktu sebelumnya, maka banyak banget barang yang mendapatkan diskon. Waktu itu banyak produk fashion, HP, kamera, tablet, laptop, mouse, pampers, dan banyak lagi yang mendapatkan promo harga termurah. Waktu itu banyak smartphone Samsung yang mendapatkan harga sangat menggiurkan murahnya. Bahkan dalam salah satu flashsale yang dilakukan waktu itu ada HP Samsung tipe terbaru yang harganya sekitar 8 jutaan tapi dijual Rp 11 ribu saja. Sontak banyak orang yang berebu…

Ketahui Biaya Kredit Rumah Sebelum Mengajukan KPR

Bukan hanya uang muka (DP), ketika ingin beli rumah dijual di daerah Semarang baru atau bekas, khususnya kredit, ada beberapa biaya yang mesti kita ketahui. Mulai dari biaya notaris, provisi kredit, BPHTB, sampai pajak. Jika pembelian KPR (Kredit Pemilikan rumah), maka proses akan diatur oleh pihak bank. Saat akan membeli rumah, baik baru atau bekas, seringkali seseorang hanya menyiapkan sejumlah dana untuk membayar uang muka saja. Padahal, selain uang muka, masih ada sederet biaya lain yang menjadi tanggung jawab pembeli.
Sebelum mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sebaiknya siapkan biaya ekstra di luar uang muka agar kelak lebih siap. Biaya-biaya yang biasanya muncul mulai dari booking fee, biaya notaris, biaya provisi, BPHTB, pajak, hingga asuransi. Untungnya, untuk urusan uang muka rumah saat ini lebih ringan. Berbeda dengan dahulu yang bisa mencapai kisaran 20% – 30%. Tak hanya itu, kebijakan lain seperti naiknya batas rumah yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta …