Sabtu, 15 Juli 2017

Tradisi dan Budaya Kini Terus Dirawat di Kazakhstan


Tradisi dan budaya kini terus dirawat di Kazakhstan. Lepas dari cengkeraman Uni Soviet, membuat orang Kazakhs ingin kembali menghidupkan identitas mereka. 

Festival dan perayaan sering diadakan di Kazakhstan. Seperti nauryz dan festival apel yang diadakan setahun sekali. 

Dalam pagelaran besar seperti ini ataupun pesta pernikahan, kita bisa menikmati sajian tarian dan musik. Di mana semua orang akan mengenakan pakaian tradisional.

Pakaian tradisional Kazakhstan sudah ada dari zaman Kazakhs-Khanate. Bangsa nomaden yang berjaya di Abad 15 hingga 19 Masehi. Agar tahan di segala cuaca, pakaian mereka dibuat dari bahan kualitas terbaik, mulai dari bulu binatang hingga hiasan emas. Namun seiring perkembangan zaman, bahan pembuatan pakaian berubah jauh lebih sederhana.

Tim Jazirah Islam kembali melanjutkan perjalanan, di wilayah Selatan Kazakhstan. Kali ini, Kota Turkistan menjadi tujuan. Tim Jazirah Islam hendak bertemu pembuat baju tradisional, yang masih aktif meneruskan tradisi. Ia adalah Bibykhan, yang sudah 12 tahun membuat baju tradisional yang disebut kunikey koilek.

Kunikey berarti sinar matahari dalam bahasa Kazakhstan. Karena baju ini selalu dibuat dari kain warna-warni, serupa bias cahaya matahari. Setelah baju dibentuk sesuai pola, Bibykhan akan memasang manik-manik aneka warna, dan juga ornamen khas Kazakhstan pada kunikey koilek ini.

Sehari-hari, Bibykhan dibantu oleh adik dan anak perempuannya untuk membuat pakaian ini. Butuh waktu 3 sampai 7 hari, untuk menyelesaikan satu kunikey koilek. Kecintaan akan budaya Kazakhstan, yang membuat Bibykhan tekun menjalani profesinya.

Ketika mendapat pesanan, mengerjakan dan melihat hasilnya, saya benar-benar merasa sangat puas. Karena saya benar-benar suka dan tertarik untuk membuat baju tradisional ini," tutur Bibykhan. 

Pakaian yang dibuat Bibykhan tidak hanya dalam ukuran dewasa . Untuk anak-anak pun tersedia. Hingga kini pakaian ini selalu dikenakan dalam acara istimewa, seperti perayaan tradisi atau pernikahan. Satu lagi warisan tradisi yang masih tersimpan apik dan menjadi kekayaan bangsa Kazakhstan. 

Ada 70 persen warga Kazakhstan memeluk Islam, di antara 17 juta penduduknya. Praktik kehidupan muslim terasa lebih semarak di pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk modernitas.

Tim Jazirah Islam melanjutkan perjalanan ke Desa Karusun, 70 kilometer dari Almaty. Tujuan kami adalah pasar ternak terbesar di selatan Kazakhstan. Setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu, area ini akan penuh sesak oleh beraneka ragam ternak.

Di pasar ini , tim Jazirah Islam akan bertemu keluarga Bedelkhan, keluarga muslim asli Karusun. Seperti lazimnya keluarga di pedesaan , Bedelkhan juga menggantungkan hidupnya pada usaha peternakan. Orang Kazakhs memang tidak dipisahkan dari ternak karena daging selalu tersedia, dalam menu makan mereka.

Baru 5 tahun terakhir, keluarga Bedelkhan kembali ke Kazakhstan. Saat pendudukan Uni Soviet, mereka tinggal di Urumqi, Provinsi Xinjiang, Tiongkok yang memang berbatasan dengan Almaty di sebelah timur. Namun karena kehidupan muslim yang kian terkekang di Urumqi, mereka kembali ke Kazakhstan. 

Jika datang ke keluarga Kazakhstan, sebaiknya dalam perut kosong karena mereka akan menjamu makanan beraneka rupa. Selain makanan, ada satu yang tidak boleh absen, yaitu chay atau teh yang disuguhkan dalam mangkuk kecil. Mangkuk ini juga berfungsi untuk menghangatkan tangan karena cuaca yang dingin. Menariknya, teh ini sengaja hanya disajikan setengah mangkuk saja. Agar teh cepat habis, dan tamu bisa meminta berulangkali, sehingga dipastikan tamu selalu mendapat teh hangat.

Selain agar selalu mendapat teh dalam keadaan hangat, mengisi teh hanya setengah mangkuk juga menjadi tanda kesopanan di Kazakhstan. Karena jika terisi penuh, tandanya tuan rumah ingin tamu segera pulang. 

Namun beda wilayah, beda juga tata caranya. Ada pula desa di Kazakhstan yang menganggap tidak sopan, jika teh hanya terisi setengah, karena tamu hanya bisa minum sedikit. 

Di Selatan Kazakhstan, kami mendapat cerita berkesan. Akan kehidupan muslim yang kental dengan rona budaya.

Fesyen Pun Akan Menggelar Torino Fashion Week 2017


Desainer busana Muslim mungkin patut mensyukuri perkembangan dunia fesyen yang lebih beraneka ragam saat ini. Salah satunya adalah dengan pagelaran busana Muslim yang sudah masuk di pasaran Eropa.

Tidak lama lagi dunia fesyen pun akan menggelar Torino Fashion Week 2017 yang berlangsung dari 27 Juni sampai 3 Juli mendatang. Pagelaran yang diadakan di Italia itu pun mengundang Desainer Jeny Tjahyawati dengan rancangannya yang terinspirasi dari Tari Serimpi asal Jawa Tengah.

Jeny mengaku, dirinya senang dengan arti dibalik Tari Srimpi yaitu pertarungan antara kebaikan dan kejahatan yang tidak ada habisnya.

Tak segan, Jeny mengatakan, koleksinya memadukan antara kain batik tradisional motif parang rusak dan motif jlamprang. Hal itu seolah memberikan kesan etnik keindahan bunga-bunga di musim dingin. Motif tersebut diaplikasikan dalam bentuk pola magic dan digital printing.

Saya menggabungkan antara tradisional dan modern. Saya juga menggunakan bahan organdi, satin dan motif dari penari tradisional Srimpi, Jawa Tengah,” ujarnya saat konferensi pers di Restoran Al-Jazeerah, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur.

Busana ini untuk menyeimbangkan antara yang modern, tradisional, masa lalu, lokal dan asing yang tercipta dari warisan dan kekayaan budaya Indonesia,” ucapnya kemudian.

Jeny membawa 20 koleksi busana Muslim yang akan dipamerkan dengan peragaan busana. Pemilihan warnanya, Jeny mengatakan, menggunakan warna pastel seperti baby blue, dusty pink dan putih, abu-abu dan coklat.

Meski demikian, tidak ada yang baru dari potongan dalam busana tersebut. Jeny menampilkan celana, terusan seperti gaun dan outer look. Dari rok terusan yang ditampilkannya, dia menggunakan potongan yang besar dan menampilkan kesan mewah ketika digunakan.

Kedua puluh baju rancangannya ini, setelah diperagaan di Torino Fashion Week 2017, juga akan tampil di Saverah Fashion Week di London.

Jeny tidak sendiri melanglang di panggung fesyen Torino Fashion Week. Ada dua desainer dari Indonesia Modest Fashion Designers yang juga ikut memamerkan koleksinya di Torino Fashion Week, yaitu Nina Nugroho dan Novita Sari.

Nina juga menampilkan 20 koleksi dengan tema Ethnic Inov-Active yang memadukan bahan-bahan berwarna Dakota dan motif songket. Meski demikian, motif songket yang digunakan tidak memakai benang songket seperti aslinya.

Sedangkan Novita Sari akan memamerkan 20 koleksi dengan tema Slazy Instye yang memiliki arti cantik dan manis. Dia lebih mengedepankan warna pink dan emas yang identik dengan wanita. Untuk bahan yang digunakan, dia banyak menggunakan bahan organza.

Di sana ada kriteria yang harus diikuti, harus fleksibel, karena kami bisa mengikuti untuk negaranya masing-masing,” tuturnya.

Diketahui, Torino Fashion Week dipromotori oleh Mercedez Benz. Tahun ini merupakan tahun kedua untuk pagelaran busana tersebut. Tidak hanya itu, Turin disebut-sebut sebagai negara mode keempat di dunia.

Dalam acara tersebut akan menghadirkan berbagai perancang dunia dan diperkirakan akan ditonton lebih dari 10 ribu penonton. Dalam panggung peragaan nanti, sepereti dilansir Torinoggi ketiga perancang busana itu akan tampil satu panggung bersama dengan tiga perancang negara lain (Bambah, Al Nisa dan Samar Murad).

Ivanka Trump Orang Kepercayaan Tangan Kanan Presiden AS


Ivanka Trump bukan hanya penasihat bagi ayahnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia sekaligus adalah orang kepercayaan, tangan kanan, penyelamat, bahkan mungkin separo napas presiden AS yang ke-45 itu. Istri Jared Kushner tersebut berulang-ulang menggantikan Trump dalam acara-acara penting. Termasuk antara lain dalam pertemuan G20 di Hamburg, Jerman, kemarin.

Ivanka dan Jared memang menemani Trump ke acara yang berlangsung pada 7–8 Juli itu. Nah, saat sesi pembahasan tentang kerja sama, migrasi, dan kesehatan di Afrika, Trump keluar ruangan. Dia bertemu Presiden Indonesia Joko Widodo. Ivanka dengan gesit langsung menggantikan ayahnya. Dia duduk di kursi yang terletak antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May. Trump kembali ke kursinya tak lama kemudian.

Foto saat Ivanka menggantikan Trump itu diunggah kali pertama oleh akun Twitter milik Svetlana Lukash dan akhirnya viral di dunia maya. Mereka mempertanyakan kemampuan Ivanka untuk menggantikan Trump di sesi tersebut.

Padahal, sebelumnya, dia hanyalah pengusaha di bidang fashion. Kejadian tersebut juga menepis pernyataan Ivanka dua pekan sebelumnya. Yakni, dia berusaha keluar dari dunia politik. ”Saya yakin orang-orang Republik akan mengambil tindakan jika Chelsea Clinton mewakili melakukan tugas kenegaraan,” cuit Brian Fallon, komentator politik CNN dan mantan juru bicara Hillary Clinton, di akun Twitter-nya, menanggapi berita tentang Ivanka.

Dalam sejarah, seorang kepala negara keluar di tengah-tengah sesi untuk melakukan pertemuan bilateral adalah hal biasa dalam KTT seperti G20. Namun, biasanya mereka akan digantikan pejabat senior sekelas menteri, bukan sekadar penasihat. Apalagi penasihat yang merupakan anak perempuan sang kepala negara. Kejadian seperti di G20 itu baru kali pertama terjadi. Tahu Ivanka mendapat sorotan, Gedung Putih langsung bereaksi.

Ivanka tengah duduk di belakang dan kemudian bergabung di meja utama ketika presiden harus keluar,” bunyi pernyataan Gedung Putih. Versi mereka, tindakan Ivanka tidak salah.

Terlebih, saat itu yang tengah berbicara adalah Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dan membahas tentang perkembangan Afrika. Nah, sebelumnya, pada hari yang sama, Ivanka ikut dalam sesi Bank Dunia yang membahas tentang kewirausahaan perempuan. Afrika menjadi salah satu wilayah yang akan digarap. Namun, saat menggantikan ayahnya, Ivanka tidak berkontribusi besar dalam pembahasan.

Dalam sesi dengan Bank Dunia, Ivanka duduk bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dan Direktur Dana Moneter Internasional Christine Lagarde. Sebelum acara dimulai, Trump melontarkan pujian yang luar biasa untuk putrinya dan Merkel.

Saya sangat bangga dengan putri saya, Ivanka, yang selalu seperti itu sejak hari pertama kelahirannya. Dia adalah seorang jagoan,” ujarnya di hadapan para pemimpin negara yang lain.

Trump juga memuji Merkel yang bisa menyelenggarakan pertemuan G20 dengan lancar meski banyak aksi massa di luar. Menurut dia, Merkel adalah perempuan yang luar biasa. ”Tidak ada yang mudah. Anda luar biasa dan telah melakukan pekerjaan yang fantastis. Jadi, terima kasih banyak,” tegas suami Melania tersebut. 

Style Jessica Iskandar Gunakan Fashion Dengan Harga Selangit


Siapa yang tidak suka dengan yang namanya fashion?

Hampir semua menyukainya dan yang pasti selalu update yang terbaru, bener nggak?

Nah, buat kalian yang suka shooping, biasanya habisin baudget berapa dalam satu bulan?

Pernah nggak dalam sekali tampil, fashion yang kamu gunakan tersebut memiliki harga yang selangit?

Intip nih, penampilan Jessica Iskandar saat di pusat perbelanjaan bersama sang buah hati.

Jedar panggilan akrbanya, menggunakan midi dress transparan yang dipadukan dengan wedges serta menenteng sebuah handbag ukuran mini.

Semua itu memiliki harga tersendiri, dari atasan hingga bawahan.

Untuk busana midi dress-nya tersebut rancangan dari Zara, harganya kisaran Rp 400 ribu.

Wedges perpaduan warna hitam dan putih itu keluaran dari BCBG Maxazria, yang harganya capai Rp 5.5 juta.

Sedangkan untuk handbag ukuran mini tersebut keluaran dari brand Chanel, untuk soal harga bisa mencapai Rp 35.7 juta.

Buset, dalam sekali tampil saja harga fashion-nya selangit gitu ya, guys.

Benar-benar artis sosialita juga nih ya.

Hobi Sad Indah Ambarwati Menjadi Desainer Terwujud


Beberapa posisi penting di beberapa perusahaan dan organisasi sudah diemban Sad Indah Ambarwati. Namun, dia masih meluangkan waktu untuk mendesain busana, hobi yang dulu dipendamnya. Kini dia menjadi desainer yang berkiprah di dunia internasional.

KECINTAAN Indah pada dunia fashion tumbuh sejak lama. Indah kecil telah memiliki bibit sebagai desainer. Dia jago di bidang menggambar. Bahkan, saat dia masih sekolah, mata pelajaran menggambar selalu mendapatkan nilai bagus. ”Saya dulu dilarang membuat gambar secara njiplak. Sebab, guru tahu gambar saya bagus.

Seiring berjalannya waktu, hobi tersebut pun dipendamnya. Dia berfokus kuliah, kemudian bekerja. Namun, di sela-sela waktu luangnya, perempuan yang kini berusia 51 tahun itu tetap coret-coret. ”Tetap gambar, tapi disimpan saja. Saat itu belum ada waktu untuk merealisasikan,” lanjut komisaris utama PT Citra Gading Asritama tersebut.

Baru pada 2004, Indah serius menekuni dunia fashion. Dia pun mengikuti kursus desain pemula. Dengan begitu, dia paham cara membuat pakaian. Tidak asal menggambar dan menjahit saja, dia juga memilih fokus menekuni busana muslim. ”Saya juga berusaha memiliki tema tiap membuat karya,” paparnya.

Menemukan tema di setiap karya memerlukan waktu. Sebab, ide tidak selalu datang secara tiba-tiba. Ibu tiga anak tersebut sering menemukan tema rancangan pakaiannya saat sendiri atau tengah jalan-jalan. Di kala ada ide itulah, alumnus S1 Teknik Kimia UPN Jogjakarta tersebut langsung menuangkannya pada gambar.

Misalnya, karya dengan tema On D’line miliknya. Perempuan yang menempuh pendidikan Magister Manajemen di Universitas Airlangga itu membuatnya karena terinspirasi keindahan teluk dan tanjung.

Tema tersebut diwujudkan dalam busana dengan bahan tenun lurik dan torso serta kain katun. Dengan desain yang unik, karya tersebut menonjolkan kesan grafis natural dengan warna dasar alam yang menekankan kesederhanaan. ”Kain Nusantara menjadi andalan saya. Bisa tenun atau batik,” terangnya. Alasannya, dia ingin melestarikan kekayaan Indonesia.

Keseriusan Indah di bidang fashion diwujudkan dalam berbagai kegiatan di dalam maupun di luar negeri. Karyanya kerap dipamerkan di hadapan para pencinta busana dalam beragam event. Mulai Surabaya, Jogjakarta, Jakarta, Bali, hingga Malaysia dan Turki.

Waktu di Malaysia, saya menampilkan tema Art D’Blaze,” lanjut Indah yang juga menjadi direktur utama di dua perusahaan sambil menunjukkan rancangan yang dimaksud. Saat di Turki, Indah mengusung tema BeExcelency. Dalam event tersebut, ketua Hijabers Mom Community Sidoarjo itu selalu membuat rancangan dengan ciri khasnya. Yakni, menggunakan kain Nusantara.

Meski begitu, anggota Indonesian Fashion Chamber (IFC) tersebut pernah mendesain baju bertema Rock n Roll. Bagi Indah, perempuan berhijab tetap bisa tampil modis. Termasuk menggunakan pakaian ala rocker 70-an. Misalnya, penyanyi Elvis Presley dengan detail stud dan pernak-pernik bernuansa metal.

Owner salah satu butik di Kota Delta itu sangat bahagia dan puas ketika rancangannya mendapatkan sambutan luar biasa saat show. Hal itulah yang membuatnya terus bersemangat berkarya.

Coco Memiliki Gaya Vintage Berpadu Dengan High Brand


Usia muda bukanlah hambatan untuk menjadi terkenal. Coco, gadis kecil asal jepang ini merupakan salah satu selebgram dengan usia termuda yakni 6 tahun. Dengan memamerkan gaya fashion unik dan menawan, tak heran jumlah followers Instagram dirinya berhasil mencapai lebih dari dua belas ribu pengikut.

Seperti yang dilansir Vogue.com, minat Coco pada dunia fashion tak lain dari pengaruh kedua orangtuanya yang merupakan pengusaha di industri fashion. Tak heran, Coco begitu piawai dalam padu pada outfit yang digunakannya. Jika dilihat, coco memiliki gaya vintage berpadu dengan high brand.

Kerap kali Coco mengenakan brand-brand fashion favoritnya seperti Comme des Garcons, Nike, Chanel hingga brand-brand fashion lainnya.

Vans, trouser, serta Chanel bag. Paduan unik mengkombinasikan high brand dengan brand street style menjadi satu kesatuan tampilan yang ekstra stylish!

Musim dingin bukan berarti gaya menjadi terbatas. Aksi puff jacket nuansa metalik sukses membuat Coco tampil memukau. 

Tampil Modis Tak Perlu Mahal


Keinginan untuk tampil modis tidak selalu berbanding lurus dengan uang yang dikeluarkan. Salah satu cara untuk menekan biaya belanja adalah dengan membeli barang-barang bekas pakai alias preloved.

Carousell merupakan salah satu tempat jual beli barang preloved yang cukup lengkap. Sehingga Anda dapat memadupadankan pakaian tersebut supaya terlihat modis.

Carousell menyelenggarakan fashion show pertama di Indonesia yang memadukan berbagai macam barang preloved fashion, yaitu Carousell Runway. Carousell berkolaborasi dengan Erich Al Amin, salah satu fashion stylist ternama di Indonesia, untuk menghadirkan rangkaian gaya fashion yang stylish dengan menggunakan pakaian dan aksesori preloved yang tersedia hanya di Carousell.

Banyak orang yang berpikir bahwa tampil stylish berarti harus menggunakan baju baru. Namun sebenarnya baju baru tidak harus baru, apalagi kini dengan kembalinya tren preloved fashion. Menggunakan barang preloved fashion tidak hanya memungkinkan kita untuk tetap tampil stylish, namun juga menyimpan uang hasil kerja keras kita untuk sesuatu yang lebih bermakna, seperti donasi amal atau hadiah untuk orang tersayang. User experience Carousell yang photo-centric memudahkan para pecinta fashion dalam menjual barang-barang mereka yang sudah tidak digunakan lagi, serta membeli barang-barang preloved fashion agar bisa tetap tampil stylish. Hanya membutuhkan 30 detik untuk snap, list, and sell di Carousell,” ujar Olivia Lautner, Associate Country Manager, Carousell Indonesia.

Carousell Runway mengumpulkan lebih dari 150 barang preloved fashion, termasuk atasan, bawahan, dress, sepatu, dan aksesori dari 11 penjual di Carousell. Bersama dengan Erich, Carousell Runway menunjukkan 25 gaya stylish hasil mix and match menggunakan barang-barang preloved fashion Carousell, di mana gaya tersebut dapat digunakan untuk pemakaian sehari-hari dalam kurun waktu satu bulan.

Carousell Runway membuktikan bahwa preloved fashion dapat menghasilkan berbagai macam gaya stylish apabila dikombinasikan dengan tepat. Kuncinya ada pada mata yang jeli dalam mencari barang-barang yang diinginkan dan menguasai seni mix and match,” ujar Erich yang memiliki lima tahun pengalaman sebagai fashion stylist untuk beberapa artis besar Indonesia, seperti Raisa, Luna Maya, dan Titi Kamal.

Beberapa tips yang diberikan Erich untuk memaksimalkan penggunaan barang preloved fashion adalah:

1. Stylish=out of the box
Rok tidak harus dijadikan bawahan dan kemeja tidak harus dijadikan atasan. Ada berbagai macam cara dalam mendapatkan gaya yang stylish dengan berpikir secara out of the box.

2. Fashion=kreatif
Salah satu tantangan dalam berbelanja barang fashion di preloved market place adalah mencari ukuran yang pas. Namun sebetulnya baju-baju yang tidak sesuai dengan ukuran bisa mendorong kreativitas dan kemampuan mix and match kita. Contohnya, kais hitam polos yang berukuran besar dapat menjadi sebuah little black dress simpel yang enak dipandang apabila ditambahkan dengan ikat pinggang serta scarf bercorak. Jins yang berukuran besar bisa disesuaikan dengan menjahit elastic band pada bagian pinggang dalam jeans tersebut.

3. Preloved fashion untuk berbagai jenis acara
Dengan memiliki kreativitas, preloved fashion dapat digunakan untuk berbagai kesempatan, baik itu kasual, formal, atau pakaian kerja. Kuncinya adalah kombinasi warna, corak, dan jenis pakaian. Contohnya, preloved dress untuk bekerja dapat menjadi lebih kasual apabila dipadukan dengan outerwear denim. Dengan mix and match yang tepat, kita bisa mendapatkan berbagai gaya hanya dengan menggunakan satu pakaian dasar.

Ana Octarina, salah satu pengamat fashion di Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam acara Carousell Runway, mengatakan, "Saya yakin banyak orang yang merasakan hal yang sama ketika mencoba mendapatkan gaya yang stylish. Kita ingin selalu mencoba gaya baru, sehingga sering kali terus mencari baju baru. Hal ini dapat menyebabkan konsumsi yang berlebihan di mana pengeluaran cenderung menjadi lebih banyak. Acara Carousell Runway mengajarkan kita cara berbelanja yang lebih bertanggung jawab, di mana kita bisa melakukan penghematan namun tetap mendapatkan tampilan "baru" yang dicari."

Kategori preloved fashion wanita dan pria masuk dalam tiga besar teratas di Carousell Indonesia. Melihat antusiasme yang tinggi dari para pengguna, kami berharap acara ini dapat memberikan perspektif baru bagi para pecinta fashion, di mana mereka bisa mendapatkan gaya yang diinginkan dengan harga yang terjangkau di preloved marketplace seperti Carousell. Selain itu kami juga berharap acara ini dapat memotivasi para penjual untuk selalu menyediakan barang berkualitas untuk menjaga kepercayaan dan minat para pembeli, sehingga bersama-sama dapat membantu menciptakan preloved marketplace sebagai tempat yang harus dikunjungi untuk mendapatkan tampilan yang terjangkau dan stylish.